Scene:
SIANG HARI DI TAMAN SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS ADA BANYAK SISWA YANG SEDANG MENUNGGU HASIL RAPAT PENGUMUMAN KEBERHASILAN. PADA HALAMAN SEKOLAH TERDAPAT BANYAK TANAMAN-TANAMAN YANG TERTATA DENGAN BAIK. DIBAWAH POHON YANG SANGAT RINDANG TERDAPAT TEMPAT DUDUK. TERLIHAT DISANA ADA DUA ORANG ANAK YANG SEDANG SERIUS BERBINCANG-BINCANG.
Dian : Cik,bagaimana hasilnya ya? Semakin lama aku jadi tambah takut.
Cika : Kita harus yakin saja kalau kita lulus.Tidak usah memikirkan hal yang tidak-tidak.
Dian : Kalau aku tidak lulus, apakah kamu masih mau jadi sahabatku cik?
Cika : Ah kamu. Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kita harus optimis, kita pasti lulus. Sekarang kita hanya bisa berdoa, mudah-mudahan orang tua kita keluar dari ruangan rapat mambawa berita yang bahagia buat kita.
Dian : Mudah-mudahan apa yang kamu katakan tadi bisa menjadi kenyataan.
( salah seorang guru mendekati mereka )
Ibu Mala : Sedang apa kalian disini?
Cika : Ini bu, lagi bebincang-bincang soal hasil ujian.
Ibu Mala : Kenapa kamu dian, lagi sakit ya?
Dian : Tidak bu. Saya sehat-sehat saja
Cika : Ini bu, dian lagi ketakutan. Dia sudah berpikiran yang tidak-tidak dengan hasil kelulusan yang akan diumukan sebentar. Saya sudah berusaha menghiburnya, tapi dia tetap saja takut.
Ibu Mala : Rasa takut ketika menunggu hasil pengumuman itu pasti ada pada setiap siswa. Ibu juga lalu pernah merasakan hal yang sama ketika ibu masih sekolah, tetapi ibu selalu optimis ibu pasti lulus ujian. Kalian juga harus begitu harus optimis lulus. Apabila kalian hanya membayangkan hal yang tidak-tidak itu akan menambah rasa takut yang kalian rasakan. Jadi sekarang kalian harus optimis dulu bahwa kalian pasti lulus.
Dian : Iya bu, tapi adakah siswa yang tidak lulus diangkatannya kami?
Ibu Mala : Ibu tidak menjawab pertanyaan itu nak, karena itu sudah menjadi rahasia sekolah. Tunggulah, Kalian pasti akan mengetahui hasilnya sesaat lagi. Acara didalam masih acara penyampaian dari kepala sekolah, setelah itu akan diumumkan presentase kelulusan kalian. Jadi sabarlah nak, dan apabila diantara kalian ada yang belum berhasil/gagal dalam ujian ini, janganlah melakukan hal yang tidak-tidak, ingat kita ini adalah orang yang berpendidikan jadi tidak seharusnya melakukan hal yang tidak sesuai dengan orang yang berpendidikan dan kalian harus ingat juga kegagalan adalah awal dari keberhasilan.
Dian : Jangan menakut-nakuti begitu bu. Saya jadi tambah takut mendengar perkataan ibu tadi.
Ibu Mala : Ibu tidak menakut-nakuti kalian, tapi ibu hanya mengingatkan kalian saja. Ya sudah ibu masuk kedalam dulu mengikuti rapatsama-sama dengan orang tua kalian. Sekarang kalian berusahalah untuk optimis lulus dulu.( pergi meninggalkan dian dan cika )
( seorang teman mendekati dian dan cika )
Doni : Cika, kenapa ibu Mala tadi kesini? Ibu memberitahukan hasil ujian ya? Apa informasinya?
Cika : Ibu Mala tadi kesini tidak memberitahu apa-apa soal hasil ujian. Kita berdua sudah berusha membujuk beliau, tapi beliau tidak memberitahu apa-apa, beliau hanya menyuruh kita untuk sabar menunggu hasil ujian.
Doni : Oh, aku kira ibu tadi kesini memberitahukan sesuatu tentang hasil ujian. Ya sudah aku mau keteman-teman lain dulu ya, siapa tau ada teman yang memiliki info tentang kelulusan kita. (pergi meninggalkan cika dan dian)
Cika : Dian, apabila hasil ujian sebentar kita lulus kamu mau melanjutkan sekolah dimana?
Dian : Cita-citaku mau teruskan sekolah di UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO ambil jurusan SENDRATASIK. Tapi ?(sedih). Kalau kamu cik mau lanjutkan kemana?
Cika : Kenapa yan? Kamu kan sering termasuk dalam 10 besar nilai tertinggi di sekolah ini, apalagi yang kamu pikirkan? Pasti kamu langsung diterima di sana.sendratasik itu apa dian? Soalnya baru aku dengar.
Dian : Bukan masalah nilainya cik, tapi masalah biaya kuliahnya, kamu kan tau biaya untuk masuk kuliah itu tidak sedikit mana mungkin orangtuaku bisa membiayai kuliahku ,apalagi orang tuaku tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Bapakku pekerjaannya hanya bertani, ibuku hanya sebagai pembantu rumah tangga, jadi aku tak akan berharap banyak untuk melanjutkan sekolah. Kamu juga tahu kan aku saja sekolah disini hanya bermodalkan beasiswa.(diam ) Sendratasik memang jurusan yang masih baru di UNG, jadi masih banyak orang yang belum mengetahui jurusan tersebut. sendratasik artinya seni drama,tari,musik dan lulusannya menjadi guru kesenian.
CIKA : Soal biaya kuliah kan bisa kamu dapatkan melalui besiswa yang ada dikampus. Lagi pula nilai kamu pasti bisa menjadi pembanding untuk mendapatkan beasiswa,apalagi pengetahuan kamu tentang seni kan sudah lumayan untuk menjadi modal untuk kuliah di jurusan itu. Aku dukung kamu masuk jurusan itu.
DIAN : Iya sih, tapi akan kubicarakan lagi sama orangtuaku.kamu kan tau bagaimana kehidupan kami.
CIKA : Ya sudah,nanti aku bantu bicara sama orang tuaku, siapa tau orangtuaku bisa membantu kamu. Dan aku juga akan bicara sama orangtuamu.
DIAN : Tidak perlu cik, mereka mungkin hanya bisa bilang mereka tidak memiliki biaya untuk membiayai kuliah.
CIKA : Kamu jangan bersedih masih banyak kesempatan untuk meraih harapanmu itu.
DIAN : Makasih ya cik, kamu memang temanku yang paling baik. Pertanyaanku tadi belum kamu jawab.
CIKA : Pertanyaan yang mana?
DIAN : Itu soal rencana kamu mau lanjutkan kuliah dimana?
CIKA : Oh, itu.rencana kedua orang tuaku aku mau dikuliahkan di bandung, mau ambil jurusan kedokteran, sesuai dengan cita-citaku. Tapi aku belum bisa tinggalkan kota ini. Aku pasti rindu sama kalian semua,apalagi sama kau yan. Karena kamu sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri.(sambil memeluk dian).
DIAN : Bagus sekali cik, kamu mau saja. Pengetahuan kamu di pelajaran IPA kan sudah terbukti dengan nilai-nilai yang sering kamu dapat dalam ujian. Itu juga bisa menjadi dasar kamu masuk disana. Soal rasa rindu itu bisa terobati kalau sudah libur kuliah. Kamu kan bisa liburan disini, kamu beruntung cika mempunyai orang tua yang memiliki pekerjaan yang tepat sehingga kamu bisa melanjutkan sekolah dimana saja, tidak seperti aku.
CIKA : jangan bicara seperti itu yan, tuhan telah menciptakan umatnya dengan sempurna tinggal dari kita saja yang akan berusaha memperbaikinya. Ya soal melanjutkan sekolah ke bandung akan ku pikir-pikir dulu, soalnya aku masih belum bisa meninggalkan kalian semua.
DIAN : (menarik nafas dalam-dalam ) ya kita hanya bisa merencanakan sesuatu, tapi kita kan belum mengetahui hasil ujian seperti apa, biarlah waktu yang akan menjawabnya.
( salah seorang guru mendekati mereka )
Ibu Mala : ayo anak-anak masuk kedalam pengumumannya akan segera dimulai.
DIAN : Aduh detak jantungku makin lama makin cepat, aku jadi semakin takut cik.
CIKA : Aku juga merasakan hal yang sama.( ibu guru,dian dan cika masuk dalam ruangan )
(10 menit kemudian keluarlah cika bersama ibunya )
CIKA : Dimana dian ya? Ibu tidak melihat dian?
Ibu Sandra : Tidak, ibu belum melihat anak itu dari tadi. Kenapa dengan dian nak?
Cika : Saya hanya ingin tahu saja bagaimana hasil yang didapatkan dian bu.
Ibu Sandra : Oh itu, ya sudah kita tunggu saja dian keluar dari ruangan rapat, siapa tau dia lagi ada urusan didalam.
Cika : Bu, ibu bisa bantu cika?
Ibu Sandra : Bantu apa nak? Kalu ibu bisa bantu, ya ibu akan membantu.
Cika : Ini bu, cika kasihan sama dian, dia anaknya baik, pintar lagi, tapi kasihan bu, dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena orangtuanya tidak memiliki biaya untuk membiayai sekolahnya, padahal dia berharap agar orang tuanya bisa melanjutkan sekolahnya. Dia bercita-cita ingin menjadi guru bu. Kan kasihan dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya hanya karena biaya pendidikan yang tidak dapat dibiayai oleh orang tuanya, padahal dalam hal pengetahuan dia memiiki pengetahuan yang lebih.
Ibu Sandra: Kasian juga ya anak itu. Memangnya orangtuanya tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak bisa membiayai dia untuk melanjutkan sekolah.
Cika : Orangtuanya dian pekerjaannya tidak tetap bu, bapaknya bekerja sebagai petani, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, jadi nafkah yang didapatkan hanya untuk membiayai kehidupan sehari-hari saja, lagi pula ibu kan tahu berapa upah yang akan didapatkan dengan pekerjaan yang seperti itu. jadi cika harap ibu bisa membantu dian.
Ibu Sandra : ya sudah ibu akan berusaha menolong dian, lagipula ibu punya teman yang bekerja di Universitas siapa tau dia bisa membantu dian. Tapi, dian harus benar-benar untuk kuliah, jagan hanya untuk main-main.
Cika : Cika bisa jamin bu, dian orangnya selalu sungguh-sungguh apalagi kalau soal pendidikan. Ibu seperti orang yang belum kenal dian saja.
Ibu Sandra : Ibu hanya maemastikan saja nak. Ya sudah ibu akan berusaha menolong semampu ibu.
Cika : Ibu tidak bohong kan? Aku akan sampaikan kabar gembira ini pada dian, dia pasti senang bu. Makasih ya ibu (sambil memluk )
Ibu Sandra : Iya sama-sama nak. Itu dian bersama ibunya
Cika : Iya ya, dian( sambil menghampiri dian )
Dian : Cika bagaimana? kamu lulus kan?
Cika : Alhamdulillah.kamu?
Dian : Iya Alhamdulillah aku juga lulus, bahkan aku masuk dalam 10 besar nilai tertinggi dalam ujian nasional.
Cika : selamat ya ( sambil memeluk dian ), eh dian tadi aku bicara sama ibuku tentang kamu, terus kamu bisa tebak apa yang ibuku bilang?( membuat penasaran ) Ibuku akan membantu kamu dalam biaya melanjutkan sekolah. Kamu senang kan?
Dian : Benar cik?( memastikan ) Aku senang sekali mendengar kabar gembira ini. Terima kasih ya bu!
( mencium tangannya ibu Sandra )
Ibu Dewi : ( membantah ) Tidak nak, dian tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi, nak kan sudah tau bagaimana kehidupan kami, lagipula dian juga sudah tidak ingin melanjutkan sekolahnya. Benar kan dian?
Dian : (merunduk dan tidak menjawab)
Cika : Iya bu saya tau bagaimana kehidupan keluarganya ibu, tapi saya juga tau bagaimana keinginan dian untuk melanjutkan sekolahnya. Lagipula ibu saya akan membantu membiayai sekolahnya dian bu.
Ibu Sandra : Iya bu. Tadi cika sudah bercerita tentang dian, kebetulan saya punya teman yang bekerja di Universitas yang dapat membantu dia untuk melanjutkan skolah di sana. Lagipula apa salahnya membantu orang, apalagi dian dan cika sudah lama berteman.
Ibu Dewi : Tidak usah repot-repot bu, dian sudah tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, dia harus membantu saya menghidupi keluarga. Melanjutkan sekolah hanya membuang-buang biaya saja.
Ibu Sandra : Tapi bu, cika tadi bilang dian ingin sekali melanjutkan sekolah tapi terhalang oleh biaya. Sekarang biayanya akan saya tanggung jadi ibu tidak bisa menghalang dian untuk melanjutkan sekolah lagi, ibu harus member izin padanya. Lagipula saya mendengar dari cika tadi, dian memiliki cita-cita yang sangat mulia yakni menjadi seorang guru, siapa tau dengan melanjutkan sekolah dan dian sudah menjadi guru, dian bisa merubah dan memperbaiki kehidupan keluarga untuk kedepan nanti.
Ibu Dewi : Tidak bu, itu hanya akan menjadi impiannya saja. Saya tidak setuju dian melanjutkan sekolah, pokoknya dian harus membantu saya dalam membiayai kehidupan keluarga.
Ibu Sandra : Tapi bu, dian masih ingin melanjutkan sekolah. Lagipula sekarang ini sudah jarang pekerjaan yang diberikan pada anak lulusan SMA, sekarang sudah ada program pemerintah tentang target pencari kerja maksimal memiliki pendidikan S1, jadi ibu harus pikirkan itu juga.
Ibu Dewi : Masih ada pekerjaan yang bisa menerima lulusan SMA yakni menjadi pembantu rumah tangga seperti saya ini, itu sudah cukup nafkahnya untuk membiayai kehidupan kami.
Ibu Sandra : Tapi apakah ibu tega melihat dian melakukan pekerjaan seperti itu? Sedangkan dian memiliki pengetahuan yang lebih dari teman-temannya. Kasian dian bu.
Cika : Iya bu, kasiha dian, dian memiliki pengetahuan yang lebih dari kami, apalagi hasil ujiannya termasuk 10 besar nilai tertinggi. Apakah ibu tidak ingin melihat dian berhasil dan bisa bantu ibu dengan cita-citanya itu.
( keluarlah ibu mala dari dalam ruangan )
Ibu Mala : Ada apa ini, kenapa masih belum pulang?
Ibu Sandra : Ini bu, kami masih membicarakan masalah dian. Dian termasuk anak yang memiliki pengetahuan yang lebih dari teman-temannya tapi ibunya tidak memberi ijin dia untuk melanjutkan sekolah dengan alasan tidak memiliki biaya. saya sudah berusaha akan menolong masalah biaya tapi ibunya tetap memaksakan kehendaknya untuk tidak mengijinkan dian melanjutkan sekolah, dan dian pun harus membantu ibunya dalam membiayai kehidupan keluarganya.
Ibu Mala : Ibu dewi apalagi yang ibu pikirkan? Disini kan ibu Sandra sudah berbaik hati membantu biaya kelanjutan sekolah dian, apakah ibu tidak merasa senag melihat dian senang?
Ibu Dewi : Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya bahagia bu? Tapi saya tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah, ibu tau dian sekolah disini saja hanya tergantung pada beasiswa yang sering didapatkannya, apalagi kalau sudah melanjutkan saya harus bayar pakai apa bu? Biarlah dian membantu saya bekerja untuk dapat membantu membiayai keluarga kami. Saya tidak mau merepotkan orang lain hanya karena biaya pendidikannya dian bu.
Ibu Sandra : Tapi saya tidak merasa direpotkan bu, saya ikhlas membantu.
Ibu Mala : Ya sudah kalau memang itu yang menjadi alasan ibu. Sekarang saya Tanya sama dian, dian masih mau melanjutkan sekolah atau bagaimana?
Dian : Sejujurnya bu, saya ingin sekali melanjutkan sekolah, apalagi kuliah dalam ilmu seni dan akhirnya menjadi guru seni, tapi apa daya ibu saya tidak mengijinkan saya melanjutkan sekolah dan saya pun harus mengerti dengan alasan ibu saya tadi.
Ibu Mala : Tapi apabila ada dua pilihan antara melanjutkan sekolah dan bekerja dian lebih pilih yang mana?
Dian : Kalau disuruh pilih saya akan memilih melanjutkan sekolah, karena disamping menambah ilmu apabila saya lulus nanti, saya akan menjadi seorang guru dan mendapatkan pekerjaan yang tetap.
Ibu Mala : Ibu dewi dengar sendiri kan apa yang anak ibu katakan. Lagipula bu sekarang ini sudah jarang sekali lulusan SMA yang diterima dalam meamar pekerjaan, soalnya pendidikan SMA masih sangat kurang dibandingkan dengan pengetahuan untuk pergrua tinggi. Jadi saya rasa ibu harus mengijinkan dian utuk melanjutkan sekolah. Hamper saya lupa, ini ada titipan dari para guru untuk anak-anak berprestasi termasuk dian, siapa tau bantuan bisa membantu ibu untuk membiayai sekolahnya dian nanti.
Ibu Dewi : Terima kasih ya bu, sekarang saya baru sadar betapa pentingnya pendidikan sekarang ini. Maafkan ibu yan, ibu sudah terlalu egois memaksakan kehendak ibu sendiri, sekarang kamu bisa melanjutkan sekolah.
Dian : Jadi ibu mengijinkan saya melanjutkan sekolah? Makasih ya bu ( sambil memeluk ibunya )
Ibu Dewi : Makasih atas segala bantuannya bu mala, bu Sandra saya pasti tidak akan melupakan bantuan ini.
Ibu Mala : Iya sama-sama bu, kita semua memang harus saling membantu. Ya kalau begitu saya masuk kedalam dulu ya, lagi banyak pekerjaan di dalam. Permisi ( masuk ke dalam ruangan )
Ibu dewi : Bu Sandra, cika makasih ya, maafkan saya tadi, saya masih terbawa emosi, dan tidak memikirkan perasaannya dian, sekali lagi maafkan saya ya. ( memeluk dian )
Ibu Sandra : Iya bu sama-sama, saya mengerti dengan sikap ibu tadi. Sekarang sudah jam 4, ayo kita pulang, pasti orang di rumah lagi menunggu kita.
Ibu Dian : iya mari bu, ayo cika, dian…..
Layar tutup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar